Tidak Ada Perlakuan Khusus
Kalau dibaca keterangan Pak JK ini, tidak ada perlakuan khusus kepada caleg lewat jalur khusus. Semua sama.
Minggu, 17 Agustus 2008 16:31 WIB
Pro-Kontra Suara Terbanyak
Kalla: Hindari Gugatan, Caleg Mengundurkan Diri
Penulis : Mahfud Antara
SILANG pendapat mengenai sistem suara terbanyak untuk menentukan calon legislatif (caleg) terpilih terus bergulir. Partai Golkar termasuk partai yang melakukan terobosan penetapan caleg berdasarkan suara terbanyak. Padahal, sebelumnya menggunakan sistem nomor urut. Apa alasannya? Berikut petikan wawancara khusus Media Indonesia dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla.
Partai Golkar beralih ke sistem suara terbanyak, apa tujuannya?
Tujuannya agar wakil rakyat itu lebih dekat kepada rakyat. Bukan lebih dekat kepada ketua umumnya. Itu pokoknya. Jadi supaya disamping dia bertanggung jawab kepada partai, lebih bertanggung jawab kepada konstituen. Kalau ini diberlakukan, lihat nanti setiap minggu, dia mesti pulang ke daerahnya, karena kalau tidak lima tahun lagi tidak dipilih. Jadi sudah mendekati kepada distrik.
Apa tidak bertentangan dengan UU Pemilu?
Caranya ialah mereka mengundurkan diri, di atas itu yang tidak terpilih, mereka harus tandatangani blangko surat pengunduran diri dan itu bisa. UU-nya mengatakan seseorang itu tidak dilantik karena pertama, meninggal dunia dan mengundurkan diri, ada jalur itu.
Bagaimana dengan jalur khusus caleg?
Jalur khusus itu kita menggunakan 10 persen. Khususnya untuk tokoh-tokoph baik yang muda yang punya pengaruh yang baik, ahli-ahli, agar dapat memenuhi kursi DPR dari Partai Golkar yang mempunyai keahlian khusus. Katakanlah kita minta ekonom-ekonom yang baik, kita minta ahli hukum, sosial yang baik atau pengalaman. Ada beberapa yang masuk sebagai caleg dan ada yang mengundurkan diri, agak kurang sreg bersaing atau mungkin karena faktor lain, karena dia sudah punya nama bersaingnya agak mudah. Seperti yang masuk di Sumbar ada Jeffrey, Indra Piliang. Meski kita minta beberapa ekonom senior, di Jawa Tengah, Jawa Barat dia masuk. Anak-anak muda yang punya spirit bagus, itu hanya 10 ersen. Jadi tidak menghalangi jalur dari bawah, masih ada 90 persen jalur dari bawah, tidak menghalangi
Mengenai keterwakilan perempuan?
Perempuan tentu harus memiliki perjuangan yang sama, bagaimana terpilih. Pengalaman kita ambil contoh perjuangan Gubernur Jawa Tengah dan Jawa Timur, justru calon perempuan lebih cepat dikenal. Jadi akan menguntungkan perempuan juga selama dia rajin. Lalu Banten, di Jawa ini dua sudah jadi dan satu lagi putaran kedua, jadi dari enam provinsi setengahnya perempuan, mengalahkan laki-laki. Makanya saya bilang kepada calon perempuan, jangan takut. Dulu buktinya Nurul Arifin, suaranya paling banyak meskipun dia nomor tiga, tetapi karena yang terpilih dua ya dia tidak. Jadi kita optimis ini memberikan semangat yang baik.
Bagaimana perlakuan terhadap putra-putri tokoh Golkar yang juga menjadi caleg?
Sama, harus diberikan hak yang sama, tidak ada perlakuan khusus. Mekanisme sama, perlakuannya sama, kalau kredibel maka harus diberikan hak yang sama.
Seberapa besar optimisme Partai Golkar di Pemilu legislatif?
Oh, iya optimistis. 30 persen dong. (Fud/X-4)
http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MjM4Mzc=
Saya terima kasih sekali atas undangan ini. Walaupun saya tidak terlalu lama kenal Indra Jaya Piliang, Saya sangat respek dari membaca tulisan-tulisannya. Dan terlihat betul bahwa beliau adalah seorang tokoh muda. Justru kalau tida ...
Terima kasih. Pada dasarnya Saya kenal Indra ini 15 tahun yang lalu. Jadi kebetulan waktu itu saya Ketua Senat Mahasiswa UI dan kemudian Beliau ini masuk dalam seksi kepengurusan.Sejak pertama saya kenal yang namanya Indra itu memang tukang kritik, tukang ribut, apapun dipertanyakan. ...