LSI: Partai Golkar Paling Banyak Dipilih di Sumbar
Padang, Padek-- Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Syaiful Mujani melakukan survei 25 Mei-4 Juni 2008 terhadap 820 responden yang punya hak pilih pada Pemilu 2009 di Sumbar. Survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error) hanya sekitar 3,5 persen, sedangkan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Seandainya Pemilu dilaksanakan hari ini, dari 7 parpol lama yang diajukan ke responden (Partai Golkar, PKS, PAN, PPP, Partai Demokrat, PBB, dan PBR) plus dua parpol baru (Hanura dan PMB), maka parpol yang paling banyak dipilih secara spontan adalah Partai Golkar. Partai Golkar meraih angka 37,6 persen dari 23 persen responden yang merasa dekat dengan parpol.
Selanjutnya duo partai yang lahir dari rahim reformasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) sama-sama memperoleh 15,1 persen. Sementara Partai Persatuan Pembangunan hanya menempati posisi keempat dengan 10,8 persen, Partai Demokrat 5,9 persen, Partai Bulan Bintang 5,4 persen, PDI Perjuangan 2,7 persen dan PPDK 1,1 persen, selebihnya di bawah 1 persen. Walaupun dari 23 persen responden yang dekat dengan parpol, ternyata hanya 17,9 persen yang memiliki ikatan yang kuat dengan parpol, 44,7 persen cukup dekat dan 37,4 persen sedikit dekat.
Sementara top of mind parpol yang dipilih responden tetap menempatkan Partai Golkar diurutan pertama, 35,6 persen. Lalu, PAN 9,9 persen, PKS 8,8 persen, PPP 8,3 persen, Partai Demokrat 5,3 persen, PDIP 2,7 persen, PBB 2 persen, dan Partai Patriot 0,3 persen. Terkait pertanyaan parpol pilihan terhadap 24 parpol, ternyata pilihan terhadap Partai Golkar juga meningkat dibandingkan April 2004 lalu. Dari 29 persen, naik menjadi 40 persen. Lalu, PAN melorot dari 14,1 persen jadi 12 persen, PKS 11,8 persen jadi 10 persen. Selanjutnya PPP 11,7 persen jadi 9 persen, Partai Demokrat 5 persen jadi 7 persen, PBB 5,8 persen jadi 3 persen, dan PDIP 3,8 persen jadi 4 persen. Dari gambaran tersebut, parpol yang memperoleh peningkatan dukungan dibandingkan Pemilu 2004, yakni Partai Golkar dan Partai Demokrat. Sedangkan PAN, PBB, dan PPP perolehan dukungannya turun. Ternyata responden mulai mengalihkan suaranya ke Partai Golkar dan Partai Demokrat. Untuk PKS dan PDIP beroleh angka yang relatif stabil.
Sedangkan untuk calon anggota DPR RI papan atas dari Sumbar yang dipilih, dari Partai Golkar antara lain Wakil Direktur Eksekutif LPP DPP Partai Golkar Jeffrie Geovanie (31,8 persen), anggota Komisi VI DPR Azwir Dainy Tara (9,4 persen), Ketua DPD I Partai Golkar Sumbar Leonardy Harmainy (5,4 persen), anggota Komisi VII DPR Andiwahab Dt Majokayo (2,3 persen), advokad Nudirman Munir (2,2 persen), anggota Komisi III DPR Aulia Rahman (2,1 persen), Sekretaris Korwil IV (Sumbar Jambi, Bengkulu) Partai Golkar Pompida Hidayatullah (0,7 persen), dan anggota Komisi V DPR Darul Siska (0,7 persen).
Sedangkan di PKS terdapat nama Ketua Komisi X Irwan Prayitno (10,5 persen), Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring (0,6 persen), dan anggota Komisi VI DPR Refrizal (0,5 persen). Sementara di PAN berada di posisi teratas M Ikhlas El Qudsy (2,4 persen), disusul Ketua DPW PAN Sumbar Asli Chaidir (2,1 persen), Asman M Abrur (1,3 persen), dan anggota DPR Ichwan Iskak (1,1 persen). Dari PPP tampil di urutan pertama Wakil Ketua MPP DPP PPP Yudo Paripurno (2,8 persen), dan Ketua DPW PPP Sumbar Epyardi Asda (1,3 persen). Dari Partai Demokrat, tampil di posisi pertama Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar yang juga Wali Kota Bukittinggi Djufri (2,0 persen), dan Khairul Abbas (0,9 persen).
Kemudian dari PBR hanya ditempati anggota DPR Is Anwar Dt Rajo Perak (1,5 persen). Sedangkan dari PBB, berada ditempat teratas anggota Komisi III DPR Nursyamsi Nurlan (0,6 persen) dan anggota Komisi VII DPR Nizar Dahlan (0,2 persen). Sedangkan dari parpol baru (Hanura dan PMB), pemilih menempatkan pilihannya kepada Ketua DPD Hanura Sumbar Basril Taher (0,2 persen), sementara dari PMB sebanyak 0,1 persen responden memilih Ketua DPD PMB Sumbar Sahruji Tanjung. (esg/rdo)
Saya terima kasih sekali atas undangan ini. Walaupun saya tidak terlalu lama kenal Indra Jaya Piliang, Saya sangat respek dari membaca tulisan-tulisannya. Dan terlihat betul bahwa beliau adalah seorang tokoh muda. Justru kalau tida ...
Terima kasih. Pada dasarnya Saya kenal Indra ini 15 tahun yang lalu. Jadi kebetulan waktu itu saya Ketua Senat Mahasiswa UI dan kemudian Beliau ini masuk dalam seksi kepengurusan.Sejak pertama saya kenal yang namanya Indra itu memang tukang kritik, tukang ribut, apapun dipertanyakan. ...