Indra Piliang, Pulang sebagai Politisi

Senin, 11 Agustus 2008
Sumber : Sinar Harapan, Sabtu, 09 Agustus 2008

Jakarta– Mengalir bersama ombak itulah moto pengamat politik yang akhirnya terjun menjadi politisi. Indra Jaya Piliang, yang lahir 36 tahun lalu di Kampung Balacan, Kota Pariaman ini akhirnya memilih menjadi caleg Partai Golkar. Indra juga sudah pamit sebagai akademisi dan pulang sebagai politisi.

Mengapa memilih menjadi politisi? Indra mengatakan, menjadi pengamat tidak akan bisa mengubah keadaan, sekalipun penuh dengan idealisme yang meluap. “Pengamat hanya berada pada posisi pressure groups, tetapi bukan pengambil kebijakan,” kata aktivis tahun 1990-an ini.

Di Partai Golkar, Indra memilih Daerah Pemilihan Sumatera Barat II akan konsentrasi di daerah pemilihannya. Langkah awal itu di antaranya, dengan konsentrasi berupa perhatian yang lebih atas masalah di bidang kemasyarakatan dan pemerintahan yang berkenaan dengan daerah.

Selain itu, ia juga mendorong lahirnya UU tentang otonomi khusus Provinsi Minangkabau, yang berbasis konsep adat basandi syara, syara basandi kitabullah.

Bagi suami dari Faridhah Thulhotimah, dirinya tidak perlu menangisi pentas nasional yang tidak banyak politisi Minang berkarakter dan menonjol. Untuk Indra pentas nasional hanyalah pentas, kebutuhan yang paling real ada di desa-desa, dusun-dusun, nagari, parak, atau di tengah sawah, yakni manusia yang tersebar di banyak titik hidup.

“Kampung saya membutuhkan pembangunan yang humanis, selain tentu demokrasi yang sudah mengakar dan mendarah daging,” jelas Indra yang selama ini merupakan peneliti di CSIS.

Indra menuturkan, dirinya bergabung ke Partai Golkar terkesan mendadak dan tiba-tiba. Dirinya tetap yakin bisa menjadi diri sendiri setelah masuk partai yang dinilainya sebagai rumah partai nyaman.

Proses dua bulan untuk menjadi caleg dituturkan bermula dari tawaran Golkar, tapi pada akhirnya Indra mengajukan diri untuk bergabung. Indra menilai partai Golkar termasuk partai yang paling akomodatif atas ide-ide yang ditulisnya.
(ninuk cucu suwanti)
© 2008 Indra Jaya Piliang, All Rights Reserved
Powered by Bergerak!com