Pamit kepada Intelektual
Jadi Politikus, Indra Pamit kepada Intelektual
JAKARTA - Pengamat politik CSIS Indra Jaya Piliang secara resmi mendeklarasikan diri sebagai politikus. Dalam Pemilu 2009, dia dipastikan maju sebagai salah satu caleg Partai Golkar dari daerah pemilihan (dapil) II Sumbar. Di sana, dia akan menemui rival berat. Yaitu, Halida Nuriah Hatta, putri proklamator Mohammad Hatta yang maju dari Partai Gerindra.
Seremoni “pelepasan” Indra di Auditorium Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subaroto, kemarin (6/8) itu dikemas sederhana. Meski begitu, sekitar seratus sahabatnya dari kalangan akademisi dan aktivis LSM hadir.
Tampak, antara lain, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, pengasuh Republik Mimpi Effendy Ghozali, Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah, peneliti senior LIPI Syamsudin Haris, peneliti senior The Habibie Centre Andrinof Chaniago, artis yang juga politikus Nurul Arifin, Direktur Eksekutif Formappi Sebastian Salang, Ridaya La Ode Ngkowe dari ICW, serta Koordinator Kontras Usman Hamid. Ada pula Abdul Ghafur Sangaji dan Amiruddin Ar Rahab.
Secara bergantian, mereka memberi testimoni terhadap sosok Indra. “Kalau Partai Golkar mengadakan welcome party buat Indra, acara kami ini justru menjadi semacam farewell party (pesta perpisahan, Red),” ujar Anies Baswedan bercanda.
Dia menuturkan, butuh keberanian besar bagi seorang pengamat yang kritis untuk menjadi politikus. Sebab, kata Anies, selama sepuluh tahun terakhir pascareformasi, banyak tokoh muda idealis yang “bertumbangan” setelah masuk ke wilayah politik praktis. “Saya hanya bisa berharap Indra survive, sukses dengan karir barunya, dan tidak mengalami krisis integritas,” tegasnya. (pri)
-
Ass.bang indra. apa kabar../
Saya teringat Tan Malaka ketika melihat gambar abang,.
Nampaknya ini sebuah sinyal bahwa abang akan jadi pemimpin nantinya di indonesia, dan tentunya berawal dari anggota DPR dulu. untuk itu saya mendorong keinginan bang tersebut..saya tahu bang indra sangat menyadari bahwa menjadi anggota DPR itu adalah ajang pengabdian bukan menjadi lahan pekerjaan..maka tentunya harus ada terobosan yang bang indra perbuat..Ketika itu ada saya yakin bang indra akan di percaya urang awak..untuk mengemban amanah ini. ,maju terus bang indra.
Hormat saya
Rijal Akbart
Ketua Umum HMI Cab. Bukittinggi 2006-2007, PB HMI 2008-2010
Posted by rijal akbart on September 6th, 2008, 11:25:58 PM -
untuk Arif, terima kasih. saya waktu itu menjelaskan bahwa tugas intelektual di atas awan. tapi juga saya jelaskan model intelektual organis. nah, kalau kemudian saya terjun ke politik, itu adalah bagian dari pekerjaan intelektual saya.
untuk Sagitarius, kewajiban dan hak politisi itu sama saja dengan warga negara yang lain. hak dan kewajiban itu baru berbeda ketika menjadi pejabat.
indra
Posted by indrapiliang on August 15th, 2008, 04:00:14 AM -
assalamu'alaikum..
pa kabar bang??
ni arief dari makassar peserta lk3 hmi dipadang..
betul juga bang klo mau mrubah itu mesti dr dalam..itu kmrn harapan arief juga wkt diskusi di forum lk3..berharap abang tdk sekedar ber-ide tapai ber-AKSI..
tp klo gak salah abang menjawab gak mau terjun dipolitik dech..trus kata abang lagi intelektual itu tugasnya mengabstraksikan suatu hal yang kongkrit..
tapi salut buat keberanian abang terjun mnjadi politikus!!jaga IDEALISME!!jangan cuma omong doang bang!!
ber-iman,ber-ilmu,ber-amal padu mengabdi bang!!gak boleh ber-iman saja atau ber-ilmu saja atau ber-amal saja!!arief tunggu kerja2 abang membangun INDONESIA!!
tema LK3 kemarin kan tentang PEMIMPIN ALTERNATIF
YA SEMOGA SALAH SATU PEMATERINYA INI JADI PEMIMPIN ALTERNATIF
YAKIN USAHA SAMPAI BANG..
Posted by muhammad arief on August 14th, 2008, 06:32:36 PM -
Setiap orang di republik ini memiliki kecenderungan ingin ikut berperan dalam kehidupan panggung politik dan bersemangat untuk mengubah keadaan yang carut marut ini.
Keinginan itu bisa dilandasi oleh sikap rasional, moderat sampai dengan yang emosional. Akan tetapi kebanyakan yang terjadi adalah mereka yang emosional, muluk-muluk, tidak siap masuk perangkap birokrasi yang korup dan sekaligus a moral. Atau banyak juga yang sengaja bercita-cita korup sejak awalnya, karena dunia politik adalah ladang uang yang berlimpah.
Track Record seseorang dimasa lalu dan kini merupakan tolak ukur akan kemana dia bila terjun di dunia politik.
Mereka yang dibekali skill, pengetahuan, dan lainnya, tidak cukup menjadi dasar akan menjadi politisi bermoral baik dan tangguh.
Mereka harus sejak saat berniat terjun dalam kancah perpolitikan harus mau merelakan kekayaannya minimal 50% disumbangkan kepada fakir miskin & dunia pendidikan, dan bila sudah menjabat harus mau menerima hanya 10% dari penghasilannya, dan sisanya adalah hak dari fakir miskin yang berlimpah ruah di negara ini.
Amal perbuatan mulai itu Insya Allah menjadi penuntun sang politisi untuk menegakan kebenaran dan keadilan yang didambakan oleh mayoritas rakyat Indonesia yang hidupnya sekarat serba kekurangan ini.
Posted by Ghassani Sagitarius on August 13th, 2008, 09:43:09 AM
Saya terima kasih sekali atas undangan ini. Walaupun saya tidak terlalu lama kenal Indra Jaya Piliang, Saya sangat respek dari membaca tulisan-tulisannya. Dan terlihat betul bahwa beliau adalah seorang tokoh muda. Justru kalau tida ...
Terima kasih. Pada dasarnya Saya kenal Indra ini 15 tahun yang lalu. Jadi kebetulan waktu itu saya Ketua Senat Mahasiswa UI dan kemudian Beliau ini masuk dalam seksi kepengurusan.Sejak pertama saya kenal yang namanya Indra itu memang tukang kritik, tukang ribut, apapun dipertanyakan. ...