Pamit kepada Intelektual

Minggu, 10 Agustus 2008
Sumber : Indo Pos, Kamis, 07 Agt 2008,

Jadi Politikus, Indra Pamit kepada Intelektual

JAKARTA - Pengamat politik CSIS Indra Jaya Piliang secara resmi mendeklarasikan diri sebagai politikus. Dalam Pemilu 2009, dia dipastikan maju sebagai salah satu caleg Partai Golkar dari daerah pemilihan (dapil) II Sumbar. Di sana, dia akan menemui rival berat. Yaitu, Halida Nuriah Hatta, putri proklamator Mohammad Hatta yang maju dari Partai Gerindra.

Seremoni “pelepasan” Indra di Auditorium Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subaroto, kemarin (6/8) itu dikemas sederhana. Meski begitu, sekitar seratus sahabatnya dari kalangan akademisi dan aktivis LSM hadir.

Tampak, antara lain, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, pengasuh Republik Mimpi Effendy Ghozali, Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah, peneliti senior LIPI Syamsudin Haris, peneliti senior The Habibie Centre Andrinof Chaniago, artis yang juga politikus Nurul Arifin, Direktur Eksekutif Formappi Sebastian Salang, Ridaya La Ode Ngkowe dari ICW, serta Koordinator Kontras Usman Hamid. Ada pula Abdul Ghafur Sangaji dan Amiruddin Ar Rahab.

Secara bergantian, mereka memberi testimoni terhadap sosok Indra. “Kalau Partai Golkar mengadakan welcome party buat Indra, acara kami ini justru menjadi semacam farewell party (pesta perpisahan, Red),” ujar Anies Baswedan bercanda.

Dia menuturkan, butuh keberanian besar bagi seorang pengamat yang kritis untuk menjadi politikus. Sebab, kata Anies, selama sepuluh tahun terakhir pascareformasi, banyak tokoh muda idealis yang “bertumbangan” setelah masuk ke wilayah politik praktis. “Saya hanya bisa berharap Indra survive, sukses dengan karir barunya, dan tidak mengalami krisis integritas,” tegasnya. (pri)

» KOMENTAR (4)

© 2008 Indra Jaya Piliang, All Rights Reserved
Powered by Bergerak!com