Kembalikan, Kampung Halamanku…

July 25, 2008

Menjadi Politisi

Filed under: Catatan Lepas — indrapiliang @ 4:43 pm

Sebentar lagi, aku segera akan mengumumkan perubahan status. Tidak lagi menjadi peneliti, pengamat, pekerja swadaya masyarakat, atau komentator. Aku akan menjadi politikus, bahasa majemuknya politisi.

Politikus selama ini menjadi objek kajianku. Nanti, aku justru akan menjadi objek kajian orang-orang yang menjadi peneliti atau pengamat.

Dan aku masih bersabar untuk menunggu momentum yang tepat bagi perubahan status ini, dari subjek menjadi objek.

To be or not to be.

Salam,

Indra Jaya Piliang

Sumbar II: Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman,Kabupaten 50 Kota, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Nafas Politik Taufik Kiemas

Filed under: Kolom — indrapiliang @ 8:49 am

Majalah Adil, Edisi 35, II, 24 Juli – 20 Agustus 2008, halaman 16-17Nafas Politik Taufik Kiemas

Oleh

Indra Jaya PiliangAnalis Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Jakarta  Dalam setahun terakhir ini, PDIP menjadi partai yang meraih posisi puncak dalam setiap survei yang diadakan oleh Lembaga Survei Indonesia, Indo Barometer dan lembaga lain. Kemampuan PDIP mempertahankan popularitasnya itu tidak terlepas dari strategi yang diambil untuk menjadi partai oposisi di tingkat nasional. Pasca-kenaikan BBM, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyalip Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden pilihan. Kekecewaan kepada SBY menyebabkan pemilih mengalihkan suara ke Megawati. (more…)

Rezim Developmentalisme Demokratis

Filed under: Kolom — indrapiliang @ 3:02 am

Rezim Developmentalisme Demokratis
Padang Ekspres, Jumat, 25 Juli 2008

 

Oleh : Indra J Piliang, The Indonesian Institute, CSIS dan Alumnus SMA 2 Pariaman

Pertanyaan terpenting selama 10 tahun terakhir ini adalah apakah demokrasi di Indonesia sudah tumbuh subur? Banyak yang menjawab sudah dengan begitu banyaknya partai politik nasional, ditambah dengan parpol lokal di Aceh. Calon perseorangan juga sudah maju dalam pilkada. Kalangan intelektual bisa maju ke dunia politik, sebagaimana dicoba oleh almarhum Nurcholish Madjid dalam pemilu 2004. Sementara, kalangan politikus juga berhasil menjadi akademisi, seperti yang diraih oleh Akbar Tandjung.

(more…)

Powered by WordPress