Kembalikan, Kampung Halamanku…

May 21, 2008

Pembangunan Kepemudaan

Filed under: Catatan Lepas — indrapiliang @ 10:31 am

Catatan: Bagi teman-teman, terutama di daerah, mohon diberikan masukan/komentar tentang pembangunan kepemudaan ini, dalam LIMA TAHUN ke-depan. saya masih punyai waktu untuk memberikan masukan tambahan kepada Bappenas. Tolong dibuat pointers-nya, ya. Kalaupun mau dikalimatkan, mohon tiga-empat kalimat saja.

Salam Ta’zim

Pembangunan Kepemudaan:
Permasalahan, Peluang dan Tantangan
Indra Jaya PiliangCSIS, The Indonesian Institute & YHB Indonesia 

Bappenas, 21 Mei 2008

KepemudaanuSegmentasi: berdasarkan jenjang pendidikan, jenis pekerjaan, sampai orientasi ke masa depan.uFaktor eksternal: dukungan keluarga, lingkungan sosial kemasyarakatan, sampai kondisi geografis wilayah. uStruktur sosial: berpendidikan, pengangguran, atau non berpendidikan. uPerilaku sosial: pragmatis, idealis, dan ideologis. uDemografi: jumlah pemuda termasuk besar, dibandingkan dengan remaja dan anak-anak, serta orang tua. uPersebaran: semakin banyak pemuda yang tinggal di perkotaan ketimbang pedesaan, sehingga desa menjadi tempat yang dihuni oleh kaum remaja dan anak-anak, perempuan dan orang tua.  

Permasalahan PemudauKetidakjelasan masa depan. Masa depan bagi kaum muda adalah bekerja dan berkeluarga, mencukupi kebutuhan dasar.  uIlmu pengetahuan, teknologi dan informasi: berkembang begitu cepat dan mahal. uPendidikan dan pelatihan: semakin banyak yang tidak mampu memasukinya, terutama karena biaya yang sangat mahal. uEkonomi: Keterbatasan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi yang lambat, serta nihilisme pendapatan.uPolitik: Ketidak-percayaan kepada sistem politik dan pemerintahan. uSosial-Agama: Kegamangan akan nilai-nilai lama dan kegagapan atas nilai-nilai baru.uKehilangan kepercayaan kepada kelompok tua. Ideologi kaum muda tidak bisa lagi dilekatkan dengan semangat kesatuan dan persatuan, karena itu diluar permasalahan yang dihadapi oleh kaum muda itu sendiri.  

PeluanguProduktifitas dan usia harapan hidupè aspek perencanaan dan managerial. uModernisasi sistem pengetahuan dan informasi publikè kecepatan dan kecakapan. uTersingkirnya kelompok-kelompok usia lama dalam memperebutkan jabatan publikè persaingan kelompok muda.uLiberalisasi dari sisi politik dan ekonomiè individualisasi dan konsumerisme. uOtonomi daerah è membutuhkan pengetahuan lokal yang cukup.  

 

TantanganuInternasional:Globalisasi pengetahuan, informasi, transportasi, bisnis dan hiburan. Liberalisasi di segala bidang, sehingga peran negara semakin mengecil dalam perlindungan kepentingan pemuda. uRegional: Pasar bebas ASEAN, ASIA dan dunia.Sumberdaya manusia yang lebih terdidik di negara-negara tetangga. uNasional: Oligarki kekuasaan yang dikendalikan oleh tokoh-tokoh lama.Penumpukan kapital di tangan sekelompok pengusaha raksasa. Pergesekan kekuasaan yang menjadikan pemuda sebagai pendukung saja.uLokal: Spanduikisme politik yang berada pada ranah slogan.Pergerakan politik yang cepat, berdimensi jangka pendek, serta hanya bersifat mobilisasi massa.    

Kebutuhan Kaum MudauInfrastruktur Pemuda: di pelbagai daerah, sedikit atau tidak ada sama sekali infrastruktur yang diperuntukkan bagi kaum muda. Akibatnya, mereka lebih memilih aktivitas jalanan, seperti geng motor atau kelompok-kelompok ekslusif atau sekadar mal tempat bermain. uRuang Publik: ruang publik di sini adalah tempat, area atau wilayah yang menjadi pusat kegiatan kaum muda. Balai-balai pemuda, dahulu, misalnya, kini semakin tidak terurus. uRuang Dialog: ruang ini lebih diperuntukan kepada kelompok pemuda yang sudah terbiasa dengan organisasi, terutama organisasi kemahasiswaan. Dialog di sini adalah kesempatan untuk mengutarakan pikiran dengan stakeholders lain, terutama pemerintah.  

Satu Dekade LagiuUpaya untuk memprediksi apa yang dibutuhkan oleh pemuda dalam sepuluh tahun yang akan datang tidak sama susahnya dengan menginventarisasi apa yang dialami pemuda dalam sepuluh tahun lalu.uSelama sepuluh tahun ke depan, lapisan atau generasi politik 1966-1980-an akan menghilang dari pentas politik, baik lokal atau daerah.uDengan begitu, generasi muda era 1990-an akan mulai menguasai sektor-sektor kenegaraan, politik, bisnis dan masyarakat sipil.uGenerasi 1990-an adalah generasi yang menikmati zaman keguncangan sistem politik Orde Baru. Pelan-pelan, borok-borok kekuasaan yang monopolistik terbuka. Generasi ini menjadi terbuka atas perubahan, terbiasa berdialog, egaliter, namun juga tidak kehilangan idealisme dan ideologi politik masing-masing.uSistem pemerintahan yang ada secara memerlukan perubahan, untuk menampung tingkat diferensiasi yang dialami oleh generasi muda 1990-an ini. Sistem yang lebih menghargai perbedaan pendapat, ketimbang pemaksaan kehendak. 

Powered by WordPress