ketika menjadi panelis kuliah umum Pak Agung Laksono (Ketua DPR RI) tadi siang di kampus FISIP UI, para wartawan bertanya antara lain soal Ahmadiyah. dan saya meradang.
saya katakan, kalau Ahmadiyah bersalah, buktikan kesalahannya di pengadilan. apapun, umum, agama atau ptun. jangan sampai seperti PKI, dihukum, tanpa pengadilan. kalau SKB, menurut saya tidak kuat, karena bisa saja presiden berikutnya memerintahka menteri agama, mendagri dan jaksa agung untuk mencabutnya.
apa kesalahan ahmadiyah di negeri ini? orang menganut liberalisme, sosialisme, marhaenisme, soekarnoisme, soehartoisme, dllnya, biasa-biasa saja. SBY saja punya Majelis Zikir SBY.
ini negeri apa? Ahmadiyah jelas tidak melakukan tindakan makar, tidak masuk dalam kelompok teroris. ia mungkin menjadi sekte keagamaan, tetapi bukankah sekte-sekte lain juga ada? dari Ahmadiyah bisa jadi nanti merambah ke Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Syiah, Hisbut Tahrir, dll.
maka, apa alasan yuridis yang menyatakan ajaran Ahmadiyah bertentangan dengan UU, atau dengan konstitusi? ada banyak orang ateis, agnostik, atau yang pindah-pindah agama yang telah mendirikan negara ini, seperti Amir Syarifuddin, Tan Malaka, dllnya. negara ini mereka bangun buat kebebasan beragama, bukan penindasan atas penganut agama lain.
di Kalteng, Hindu Kaharingan begitu kuat. mereka malah sedang berjuang agar bisa menjadi agama. setiap cagub pasti datang ke tempat mereka melakukan acara keagamaan. suku-suku di pedalaman, masih menganut “agama nabi adam”, seperti orang-orang Samin, Baduy, dllnya. apa mereka juga dilarang hidup di negeri ini?
yang lebih aneh, ada kelompok yang meminta walikota Depok agar aset-aset Ahmadiyah dirampas untuk negara.
ini lebih gila lagi. ini pelanggaran HAM. negara tidak boleh merampas aset orang.
saya tidak memiliki kaitan apa-apa dengan Ahmadiyah.
dari dulu keluarga saya Masyumi, atau lebih tepatnya Muhammadiyah. tetapi, bagi saya, Ahmadiyah berhak hidup tentram di negeri ini. paling tidak, ia menjadi cermin “keimanan” Muhammadiyah, NU, dllnya.
kalau teman-teman yang mau untuk demnstrasi di depan kantor mendagri, menteri agama, atau kejagung soal ini, tolong ajak saya. saya mau berorasi dan berpuisi untuk ini.
ijp
tidak terlalu paham agama. tetapi meyakini bahwa agama itu hadir untuk membebaskan manusia dari tahayul-tahayul pikiran yang menuhankan manusia yang satu, mengibliskan manusia yang lain.