Kompas, 22 Mei 2006
Isu kesehatan Soeharto dan upaya untuk kembali memeriksanya oleh Kejaksaan Agung menyelip di antara banyak sekali persoalan negeri ini. Momentumnya tepat, jelang sewindu peringatan lengser keprabon digelar pada 21 Mei 2006 nanti, juga jelang 85 tahun usia Soeharto pada 8 Juni 2006 nanti. Hampir semua pihak yang penting dalam konstalasi dan kontestasi politik nasional bicara atas kasus ini. Mereka yang memiliki kekuasaan hari ini, limpahan dan peninggalan kekuasaan pimpinan Soeharto dulu. (more…)
(Majalah Tempo, 2000) Pahlawan adalah simbol dari ketertindasan masyarakat. Makin tertindas suatu masyarakat, makin besar peluang bagi tampilnya seorang pahlawan. Makanya tampilan seorang pahlawan dibuat mengatasi manusia biasa, bahkan mendekati manusia super. Wujud pahlawan semacam ini membawa perlindungan psikologis pada masyarakat pemujanya. Pesona kepahlawanan menjadi satu-satunya harapan bagi pembebasan manusia dalam kondisi tertekan oleh sistem kekuasaan yang menguasainya. (more…)
Kompas, Selasa, 29 januari 2008 | 02:45 WIB
Pengucap teks Proklamasi, Mohamad Jusuf Ronodipuro (88) yang tutup usia, Minggu (27/1), adalah sosok yang suka tersenyum, ngobrol, dan bergurau. Kelahiran Salatiga 30 September 1919 ini selalu bawa kartu nama bertuliskan ”mantan duta besar lengser keprabon”. (more…)
Sindo, 29 Januari 2008
Sepuluh jam setelah Soeharto dinyatakan meninggal dunia,pembaca naskah Proklamasi 17 Agustus 1945 Jusuf Ronodipuro meninggal dunia.Keduanya sama-sama angkatan 1945. Kalau Soeharto pernah bekerja di lingkungan ketentaraan Belanda,Jusuf merintis karier pada lembaga propaganda Jepang. Soeharto masih utuh secara fisik,sementara Ronodipuro harus mengenakan tongkat setelah kakinya patah dipopor Kempetai. (more…)
Soeharto, Mantan Presiden RI selama 30 tahun (1968-1998) dengan gelar Jenderal Besar, Bapak Pembangunan, juga Haji Muhammad, meninggal dunia hari ini, pukul 13.15, di kamar 536 Rumah Sakit Umum Pusat Pertamina, setelah dirawat selama 24 hari. Aku sedang tertidur di rumah, sambil sesekali marahin Afzaal yang memainkan pintu kamar, ketika Soeharto berpulang. Aku berpikir, nakal: “Wah, pulung Soeharto tentu tak masuk ke dalam diriku, melainkan kepada orang-orang yang terjaga ketika Soeharto meninggal!” (more…)