Kembalikan, Kampung Halamanku…

September 29, 2007

Dua Negara Serumpun

Filed under: Catatan Lepas — indrapiliang @ 3:13 pm

Anda mungkin berhak marah kepada Malaysia, saudara muda Indonesia, kalau anda merasa disakiti. Boleh saja anda katakan: “Jangan panggil kami Indon!” Tapi percayalah, suara anda akan menampar angin. Paling, seruan anda itu masuk ke kalangan elite Malaysia, para pengamat hubungan kedua-negara yan jumlahnya terbatas, sebagaimana masuk dalam presentasi orang-orang Khazanah di lantai 33 Gedung Menara Kembar yang kuikuti.  

(more…)

September 26, 2007

Listrik Mati di Ngurah Rai

Filed under: Catatan Lepas — indrapiliang @ 11:30 am

Sabtu lalu, 22 sept, walau tidur terbatas, yakni baru tidur seusai sahur, setelah sebelumnya berdiskusi sampai larut malam bersama dengan anggota DPRD Provinsi Sumbar, aku terbangun menjelang pukul 6.30. sudah kuniatkan memang, walau hanya tidur kurang dari 2 jam. biasanya, kekasih hatiku membangunkan, tetapi mungkin dia juga ketiduran nun jauh di Jakarta. aku memutuskan untuk tidak mandi pagi…
(more…)

September 23, 2007

Luka Puasa

Filed under: Catatan Lepas — indrapiliang @ 6:03 pm

Selasa lalu tanganku berdarah. Hanya luka kecil yang kudapat di kamar kecil kantorku, setelah suara azan. Rupanya, kran sedang diperbaiki. Ubinnya masih terbuka. Waktu aku menyuci tangan, tanganku tergores, pada jari telunjuk, ruas kedua. Luka kecil itu seakan menemani luka-luka lain. Tanganku memang penuh luka, sebagaimana kakiku dan mukaku. Luka kenakalan masa kecil. Luka sebagai anak petani. Luka karena luka.
(more…)

September 20, 2007

Partai Tanpa ET

Filed under: Kolom — indrapiliang @ 7:54 am

Suara Pembaruan, 20 September 2007.Diskusi tentang perlu tidaknya menggunakan electoral threshold (ET) dalam Pemilu 2009 kembali menguat. Partai politik yang tidak lolos ET harus menyiapkan minimal dua strategi.
(more…)

September 18, 2007

Toa dan Puasa

Filed under: Kolom — indrapiliang @ 6:51 pm

Minggu pertama bulan Ramadan ini diisi dengan diskusi di milis tentang toa. Kebetulan, aku menemukan satu cerpen yang ditulis di Koran Sindo edisi minggu (16/09) dengan judul “Suara-suara Keramat” yang ditulis oleh Taufiq Sutan Makmur. Pastilah penulisnya orang Minang yang sudah menikah, karena gelar Sutan (Sultan) yang dia peroleh. Ketek banamo, gadang bagala (kecil bernama, dewasa bergelar), sebagaimana pepatah adat Minangkabau. Kisah yang ia tulis terasa nakal, tentang kehadiran suara azan atau bacaan Al Qur’an dari seorang tua di mesjid (surau) dekat rumah tokoh ceritanya.

(more…)

September 16, 2007

Negara Tidak-Tidak

Filed under: Kolom — indrapiliang @ 4:54 pm

Majalah Esquire, September 2007, hal 56-58 Negara Republik Indonesia tidak menganut kapitalisme. Sebagai bangsa, Indonesia juga tidak menganut liberalisme. Begitupun, bangsa Indonesia curiga atas sosialisme. Indonesia juga bukan dikategorikan sebagai negara agama, sesekalipun sumber-sumber ajaran agama masuk sebagai dasar negara. Sebaliknya, Indonesia juga bukan negara sekular yang bertuhan kepada materi. Aliran kepercayaan sempat diakui sebagai bagian dari kehidupan relegius, sementara agama-agama lokal lainnya kesulitan tempat untuk menghirup udara bebas.

(more…)

Presiden yang Presidensial

Filed under: Kolom — indrapiliang @ 2:55 pm

Periskop, Sindo, 16 September 2007

Hasil kinerja presiden dan wakil presiden yang dipilih secara langsung belum tentu lebih baik daripada yang dipilih secara tidak langsung, misalnya melalui MPR RI. Begitupula dengan kinerja kepala dan wakil kepala daerah yang dipilih lewat pilkada, juga belum tentu lebih berkualitas dibandingkan dengan pilihan DPRD. Namun, apakah kita perlu mengusulkan pemilihan kembali presiden dan wakil presiden lewat MPR dan kepala dan wakil kepala daerah lewat DPRD?

(more…)

September 15, 2007

Menggapai Langit, Mendaki Bukit

Filed under: Kolom — indrapiliang @ 8:43 am

Suara Merdeka, 15 September 2007

SEPERTI diduga banyak pihak, Megawati Soekarnoputri menangisi proses pencalonannya kembali sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2009-2014. Prosesi itu berlangsung pada penutupan Rapat Koordinasi Nasional PDI Perjuangan yang dihadiri oleh 16.000 lebih kader dan pengurus.Dengan proses itu juga terlihat bahwa Mega betul-betul membutuhkan dukungan maksimal dari basis partai politiknya, sembari menegaskan kesungkanan untuk berbaik-baik dengan pemerintah, terutama figur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

(more…)

September 14, 2007

ET dan Pembunuhan Partai Politik

Filed under: Kolom — indrapiliang @ 3:52 pm

Sindo, 13 September 2007

Dalam perumusan rancangan undang-undang menyangkut pemilu legislatif, terdapat keinginan sejumlah partai politik untuk kembali menggunakan klausul aneh: electoral treshold (ET). ET dijadikan alasan untuk menyederhanakan (jumlah) partai politik, padahal terbukti partai politik lama berbaju baru bisa maju juga. Padahal, kalau ditelusuri, pencantuman ET hanya akan menghancurkan partai politik dan sistem kepartaian, alias menghantam kedalam diri partai politik pengusulnya. Siapa yang bisa menjamin bahwa partai-partai politik yang mendapatkan perolehan kursi atau suara lebih dari 3% dalam pemilu 2004 akan mendapatkan angka yang sama pada pemilu 2009?

(more…)

Megawati dalam Tiga Skenario

Filed under: Kolom — indrapiliang @ 3:50 pm

Sindo Sore, 9 September 2007

 

Rakernas II dan Rakornas PDI Perjuangan kali ini mempunyai nilai strategis. Selain melakukan evaluasi atas hasil Rakernas I di Bali, baik berupa implementasi dari pidato Megawati Soekarnoputri maupun rekomendasi yang dihasilkan. Kalau Rakernas I belum begitu jelas sinyalemen kearah posisi PDI Perjuangan dalam pemilu presiden tahun 2009, maka menjelang Rakernas II ini sejumlah permintaan datang agar Megawati menegaskan posisinya.

(more…)

Powered by WordPress