(Catatan: lagi, ini tulisan permintaan. saya selesaikan menulisnya dalam waktu cepat, sekitar 1jam-an. tidak sempat diedit atau direnungkan dulu, mengingat dikejar deadline. apalagi, saya mengerjakannya dalam keadaan lelah, setelah terbang dari Jakarta ke Palembang. saya mengikuti pertemuan atau silaturahmi PDI Perjuangan dengan Partai Golkar di Palembang, pada saat artikel ini terbit. tentu, saya senang ada keputusan MK ini, karena sudah mendiskusikan soal ini sejak tahun 2003 dan 2004 ketika revisi UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah dilakukan. untuk mendorong calon perseorangan ini, saya ikut mendeklarasikan Gerakan Jakarta Merdeka bersama Fadjroel Rachman, Faisal Basri, Effendi Ghazali, dll. Terima kasih untuk Pak Lalu Ranggalawe yang telah mengajukan hak uji soal calon perseorangan ini.)
(more…)
Serambi Indonesia, 21 Juli 2007
Masalah di tanah Aceh kembali mengemuka dalam pentas politik nasional, ketika Partai GAM dideklarasikan. Pasca notakesepahaman di Helsinki pada 15 Agustus 2005 dan Pilkada di Aceh pada 11 Desember 2006, Aceh tidak lagi menjadi sumber informasi yang menarik. Justru perhatian diberikan kepada komponen masyarakat dan daerah lain, seperti Papua dan Maluku. Pengibaran bendera benang raja oleh para penari di Ambon dan bendera bintang kejora di Jayapura, langsung mendapatkan tanggapan oleh tokoh-tokoh nasional.
(more…)
Dia datang, pada suatu pagi, ke hadapan algojo itu. “Berikan aku luka. 35 luka lagi!” katanya, sambil membuka bajunya.Di tubuhnya, sekuyur badannya, sudah ada 265 luka.
(kain hitam terbentang, pada sosok hitam, berbaju hitam itu. Dua bolamatanyapun hitam, tersembunyi pada tutup kepala itu)
(more…)
(catatan: ini saran dari teman sekelasku, Anuri. dia katakan, agar aku menulis dalam keadaan apa dan karena apa aku menulis kolom. dia belajar jurnalisme presisi, sosiologi media, dll. wah, ini menarik. baik, kutulis sedikit. kolom ini bernama “kolom permintaan”, alias diminta oleh Majalah ADIL, berikut temanya, lewat sms. karena tema laporan utama soal Surya Paloh, aku tulis kolom ini. nah, kenapa judulnya “politik Rajawali”? setiap kali ke Metro TV atau Media Indonesia, aku “terpana” melihat begitu anggun dan gagah patung Burung Rajawali yang menghiasi kantor yang termasuk paling megah untuk ukuran media itu. ada tulisan Surya Paloh juga pada dinding, tetapi aku lupa mencatatnya, tentang filosofi Rajawali ini. setelah membaca edisi cetaknya, ada satu bisnis Paloh lagi yang lupa kutulis, padahal sudah ada dalam “data impuls sarafku”, yakni bisnis catering. sekian, dan semoga berguna bagi Anuri dan yang lain)…
(more…)
(Catatan: semula, aku tidak berminat menjadi calon anggota KPU dan ikut seleksi. namun, dalam perjalanan seminar dan diskusi yang kuikuti di Padang, Medan, Bengkulu, Lampung, dan kota-kota lain, terasa sekali ada desakan dari anak-anak muda agar aku menyalonkan diri. Sejumlah tokoh, sahabat, dan aktivis juga secara aktif memintaku maju. hanya dua hari persiapan, akupun menyerahkan formulir pendaftaran, tepat pada menit terakhir pendaftaran ditutup. ini berita dari www.kpu.go.id)
(more…)
Suara Pembaruan, 11 Juli 2007
Wacana Referendum di Aceh: Kajian Lemhannas Spekulatif
[JAKARTA] Hasil kajian Lemhannas soal keinginan GAM untuk memerdekakan diri lewat referendum setelah menguasai parlemen, dinilai terlalu spekulatif. “Bahkan hasil kajian seperti itu hanya imajinasi dari nasionalisme yang diterapkan di Jakarta,” ujar pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Indra J Piliang kepada SP di Jakarta, Rabu (11/7).
(more…)
Seputar Indonesia, 8 Juli 2007
Panitia khusus DPR RI tentang perubahan paket undang-undang bidang politik sudah dibentuk. Empat undang-undang diselesaikan secara paralel oleh dua pansus. Dari beragam kepentingan yang terjadi, terdapat perbedaan-perbedaan variasi antara partai-partai politik dalam menyikapi agenda-agenda perubahan itu. Perdebatan itu melibatkan tiga kelompok partai politik.
(more…)
Media Indonesia, 7 Juli 2007
Dua kali pertemuan pimpinan DPR dengan Presiden ternyata tidak berbuah kepada kejelasan penyelesaian masalah hubungan antara kedua lembaga negara itu. Pertemuan demi pertemuan itu lagi-lagi bersifat kekeluargaan, karena tidak jelas aturan mainnya. Untunglah, DPR dan Presiden bertemu di Istana Negara dan Senayan, bukan di kompleks Darmawangsa yang mahal itu. Akan semakin melenceng dari tujuan penyelenggaraan negara yang bersih dan sehat, apabila pertemuan itu digelar di tempat-tempat diluar kedudukan lembaga-lembaga negara itu.
(more…)
Seputar Indonesia, 5 Juli 2007
Tidak sampai seminggu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerlihatkan mimik muka yang berbeda. Di hadapan para korban semburan lumpur panas Porong, Sidoarjo, yang datang ke Cikeas, Yudhoyono menangis. Yudhoyono lantas melihat lagi areal semburan dari udara.
(more…)
Harian Jurnal Nasional, 26 Juni 2007
Politik itu kotor, puisi yang membersihkannya, begitu adagium terkenal Presiden Cekozlovakia dan Presiden Ceko, Vaclav Havel. Dan, walau terlambat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyonopun berpuisi:
(more…)